DLH Garut Siapkan Titik Pantau Anugrah Adipura

Share posting

Oleh: Rudi Herdiana

Kepala Bidang Konservasi Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati (KLHK), pada Dinas LIngkungan Hidupa Kabupaten Garut, Asep Robi Nugraha, ST, M.Si. (Foto: Rudi Herdiana – grahabignews.com)

Grahabignews.com, Garut – Informasi terkait Kabupaten Garut masuk dalam calon penerima Anugrah Adipura sangat mepet, yakni satu minggu sebelum penilaian. Akan tetapi, itu bukan menjadi halangan bagi kami untuk bergerak melakukan berbagai persiapan, agar mencapai target.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Konservasi Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati (KLHK), pada Dinas LIngkungan Hidupa Kabupaten Garut, Asep Robi Nugraha, ST, M.Si di ruang kerjanya, Kamis (31/08).

Baca juga : Anugrah Adipura, Ciptakan Peningkatan Lingkungan Hidup

Menurut dia, ada beberapa titik pantau di kab. Garut, yaitu kawasan komplek perumahan yang terkait dengan pengelolaan persampahan perumahan. Pertama Perum. Griya Surya Indah (GSI), karena ada keikutsertaan masyarakat terhadap pemilihan persampahan dan telah dilakukan pendampingan oleh Dinas Lingkungan Hidup.

Selanjutnya perumahan Pesantren Welas Asih di Kecamatan Samarang, karena ada pengelolaan sampah terpadu oleh masyarakat. “Memang yang menjadi titik penilaian tersebut, adalah pengelolaan, pengolahan dan penanganan persampahan,” ucap Kabid.

Kemudian titik perkantoran, yakni Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan dan DPPKBPPPA, karena satu komplek dengan Dinas Lingkungan Hidup. Lalu Pasar Leles, pertokoan IBC, Jalan A. Yani, Jalan Kabupaten, Jalan Kiansantang, Jalan Otista, Jalan Pembangunan, Jalan Pramuka dan Jalan Cimanuk.

Lantas untuk Pusat Pelayanan Kesehatan, yaitu Rumah Sakin Intan Husada dan PKM Tarogong, Hutan Kota Kerkop, Taman Kota Alun Alun Garut. Selanjutnya titik pantas sarana tranfortasi kota, yakni Terminal Guntus dan Stasion Kereta Api Garut.

Sedang untuk titik pantau sekolah, adalah SMPN 2 Cigeduk dan SMK 1 Garut karena sekolah tersebut termasuk kategori sekolah adiwiyata, artinya sekolah yang berwawasan lingkungan. Lalu Situ Bageundit. Lantaran sarana dan prasarana relative lengkap juga tingkat kebersihannya.

Selain itu, untuk Drainase perkotaan yaitu saluran terbuka jalan Pembangunan, Siliwangi, Otista dan Jalan Kabupaten. “Untuk persiapan perhargaan Adipura, terkait drainase perkotaan, kami sudah berkordinasi dengan Dinas PUPR dan responnya baik denga melaksanakan pembersihan drainase,” jelas Asep Robi.

Selanjutnya, Objek Wisata Sayang Heulang, Bank Sampah Bersemi di Kec. Malangbong dan Bank Sampah Amal Hakiki di Kec. Bayongbong. Kemudian fasilitas pengelolaan sampah (KSM) yang berbasis masyarakat, yaitu PPST Karyamekar Kec. Pasirwangi. “Titik pantau penilaian paling besar adalah TPA Pasir Bajing,” imbuhnya

Terakhir, titik pantau Program Kampung Iklim (Propin) di Kecamatan Selaawi dan titik pantau pengelolaan sampah Pemerintah Daerah, yaitu Pojok Edukasi Lingkungan yang berada di Dinas Lingkungan Hidup, sebagai pusat pengelolaan sampah Pemerintah Daerah, khususnya di Setda Garut.

Asep Robi berharap, dengan adanya kegiatan Anugrah Adipura di Kab. Garut, masyarakat ikut berpartisipasi, bisa menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing. Meskipun Anugrah Adpura telah selasai, sehingga kota Garut bisa menjadi kota yang Intan (Indah, Tentram dan Nyaman).


Share posting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *