Denyutkan Hatimu dengan Kalimah Tauhid Laa Ilaha Ilallah

Share posting

Artikel Eksklusif

Oleh : Dr., Supardi, S.H., MH

Als. Rd Mahmud Sirnadirasa

Sahabatku, engkaulah orang yang selalu aku doakan setiap hari agar Allah mencintai dan menyayangimu serta menganugerahkan rahmat kasih sayangNya kepada mu. Hatiku tergetar keras mendengar ceramah Gus Baha :

Saudaraku, mungkin engkau belum mengetahui bahwa memaknai tentang kalimah Tauhid itu ada diantara Mursyid kami yang menjelaskan bahwa :

  1. Laa ilaha Illallah adalah Tauhidnya Syariat
  2. Laa ilaha illa Huwa adalah Tauhidnya Tarekat
  3. Laa ilaha illa Anta adalah Tauhidnya Hakekat
  4. Laa ilaha illa Ana adalah Tauhidnya Makrifat

Yang untuk memahaminya tentunya memerlukan seorang Mursyid agar bisa mencapai timbangan seperti yang dijelaskan Gus Baha di atas.

Sekilas tentang agungnya kalimah Tauhid Laa ilaha illallah telah sebagiannya dituangkan dalam link peguron kami :

https://pasulukanlokagandasasmita.com/laa-ilaaha-illallaah/

Syaikhuna (semoga Allah merahmatinya) berkata: ‘Tidak ada satu pun jalan untuk menuju kepada-Nya, melainkan dengan menafikan atau meniadakan segala sesuatu ciptaan  (Lã Ilãha) dan mengitsbatkan atau mengkukuhkan Allah saja  (Illallãh) di dalam hati,  Lã Ilãha Illallãh.’ Oleh karenanya, tidak ada jalan lain, para murid wajib mendawamkan dzikir ini dengan sekuat tenaganya, setelah itu berjuang untuk memelihara ketulusannya dan berserah kepada-Nya. Terbunuh selagi di medan juang adalah syuhada, dan sebaliknya berserah tanpa didahului oleh upaya yang gigih adalah kebohongan belaka.

Inilah satu-satunya kalimat yang menembus ciptaan-ciptaan dan sampai bersih kepada Sang Pencipta.  Lã Ilãha Illallãh, segala sesuatu selain Allah adalah realitas palsu, dari dahulu hingga kini dan akan tetap demikian adanya sampai kapanpun, bahkan sebelum waktu itu ada dan sampai dengan waktu itu tidak ada, yang ada hanya Dia.  Lã Ilãha Illallãh, segala sesuatu selain Allah adalah tabir-tabir, atau hijab-hijab.  Lã Ilãha Illallãh, segala sesuatu selain Allah adalah ciptaan (kosmos) dan kosmos meliputi langit dan bumi beserta isinya, baik yang terinderawi maupun yang tidak, baik berupa alam-alam ghaib, makhluk-makhluk ghaib ataupun alam nyata dan makhluk nyata, termasuk gerak gerik lahiriyah maupun batiniyah. Dzat yang mempunyai sifat Wujud, Qidam dan Baqa hanyalah Allah saja, selainnya hanyalah fenomena.

Betapa kalimat thayyibah ini mempunyai makna yang sedemikian tinggi dan tuntutan yang sedemikian beratnya. Si pengucap harus bermujadah terus menerus sampai ajal menjemputnya, melawan dengan sungguh-sungguh tabiat alamiahnya, memberhangus nafs dan syahwatnya, agar fana darinya, agar merasa ‘tiada’, dan bersatu dengan-Nya laksana sungai yang bermuara ke lautan.

Sedemikian tinggi dan agungnya kalimah tauhid tersebut bahkan aku dapat mengatakan bahwa kalimah Tauhid Laa Ilaha Illallah akan menjamin bangsa dan negara ini makmur, sejahtera, persatuan dan kesatuan yang terjaga, hidup rukun, dan berkeadilan sosial selama kita tidak hanya pandai membacanya namun harus ditingkatkan dalam pemahaman yang lebih dalam.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ

“Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah laa ilaha illallah, maka dia akan masuk Surga.” (HR. Abu Daud)

Semoga Allah memberkahi hidupmu wahai saudaraku, mengampuni dosa kesalahan serta merahmati hidupmu dengan kebahagiaan sejati dan ilmu pengetahuan yang luas, berkah dari menyebarkan ajaran utama para Nabi, para Rasul dan seluruh orang-orang sholeh ini. Aamiin ya Robbal ‘alamin.

 


Share posting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *