Urgensinya Pengorganisasian
Artikel Eksklusif
Oleh : Dadang Sutaryat, S.Pd., M.M
(Pengawas jenjang SD Kec. Pameungpeuk)
Dalam setiap organisasi ; PGRI,KKPS,MKKS,KKKS, atau satuan pendidikan, banyak pekerjaan, tugas, wewenang, dan tanggungjawab yang harus dilakukan dan dikerjakan oleh setiap komponen tingkat organisasi. Terutama komponen yang bersifat manusianya. Tugas, wewenang, tanggung jawab, pekerjaan, dan aktivitas tersebut beraneka ragam. Kadang-kadang sepesialisasi tertentu dalam pengerjaannya. Oleh karena itu, tidak mungkin jika keseluruhan aktivitas yang bermacam-macam tersebut hanya dilakukan oleh seorang, sebutlah ketua, sekretaris, atau kepala sekolah. Selain waktu yang terbatas, ia punya kemampuan yang terbatas pula. Oleh karena itu, akitivitas, pekerjaan, wewenang, tugas dan tanggungjawab tersebut mesti dibagi-bagi dengan orang lain. Pembagian-pembagian demikian inilah yang dikenal dengan pengorganisasian.
Secara etimologis, organinizing merupakan terjemahan dari kata organize. kata orginaze berasal dari kata organ. Organ sendiri berarti bagian, badan dan alat. Organize berarti membentuk bagian-bagian, anggota, badan. Organizing juga berarti membentuk bagian ,badan, anggota atau alat (Echols, 1984)
Secara terminologis, organizing atau pengorganisasian berarti pembentukan bagian-bagian, badan-badan, unit-unit kerja dalam suatu organisasi. Pengorganisasian juga berarti sistem kerja sama antara satu orang atau lebih, dalam rangka mencapai satu tujuan tertentu. Pengorganisasian juga berarti pembagian pekerjaan antara satu orang dengan orang lain, antara unit dengan unit lain, antara bagian satu dengan bagian yang lain (Indrakusuma, 1982).
Tujuan pengorganisasian sebagaimana yang disebutkan adalah sebagai berikut :
- Mengatur tugas, wewenang dan tanggung jawab pada institusi tingkat organisasi atau satuan Pendidikan.
- Memperlancar jalannya usaha kerja sama antara orang-orang yang bekerja sama di tingkat organisasi atau satuan Pendidikan.
Mengatur lalu lintas hubungan antar orang-orang, badan-badan, unit-unit kerja yang ada di tingkat organisasi dan satuan Pendidikan sehingga terciptalah team work yang baik. Lalu lintas hubungan ini perlu diatur agar tidak “semrawut”.
ANALOGI PENGORAGNISASIAN
Sebagai analogi pengorganisasian, kami meminta pembaca untuk membuat gambar kumpulan petak. Buatlah gambar kumpulan petak yang terdiri dari empat baris hirizontal dan empat baris vertikal. Masing-masing baris , baik fertikal atau horizontal dibangun oleh empat petak. Dengan demikian akan tergambar sebanyak 16 petak. Kumpulan petak itu lebih dikenal dengan sebutan Petak Ajaib Melancholia. Kita baru bisa menafsirkan bahwa itu hanya merupakan organisasi atau kumpulan petak. Tentu saja dari 16 petak yang berkumpul itu belum bisa melakukan kegiatan, karena belum dilakukannya pengorganisasian. Mereka bergerombol hanya sebatas ngobrol atau mendengarkan obrolan yang alurnya tidak akan teratur. Hal itu berpotensi munculnya pemikiran-pemikiran yang mengakibatkan perbedaan paham efek seringnya kehendak terpaksakan tanpa melihat kompetensi yang dimiliki oleh masing-masing petak.
Analogi ini sangat sederhana,bahkan mungkin saja tidak percaya sebelum pembaca mencobakan menerapkan untuk mengisikan bilangan dari 1 sampai 16 dalam masing-masing petak. Bila ingin percaya terhadap analogi pengorganisasian itu,silahkan buktikan dengan memasukkan angka-angka tersebut pada tiap petak sesuai arahan/petunjuk . Petak-petak dalam bujursangkar itu ada 16 buah. Masing-masing angka dimasukan sebagaimana instruksi. Perhatikan angka 15,14 petak yang anda buat menunjukan tahun, kapan petak Ajaib diciptakan oleh Durer ,keistimewaannya:
1) Masukan dalam petak mendatar/Horizontal angka:
16 + 3 + 2 + 13
5 + 10 + 11 + 8
9 + 6 + 7+ 12
4 + 15 + 14 + 1
Jumlah angka horizintal atau fertikal keempat-empatnya menghasilkan angka yang sama. Jumlah angka miring (diagonal), juga angka yang sama
2) Jumlah angka pada persegi miring masing-masing adalah angka yang sama
(2 + 8) + (9 + 15)
(3 + 5 ) + (12 + 14)
3) Jumlah pasangan angka yang berhadapan masing-masing angka yang sama
(3 + 2) + (14 + 15)
(5 + 9) + (12 + 8)
4) Jumlah persegi pojok masing-masing adalah angka yang sama
9 + 6 + 15 + 4
3 + 10 +16 + 5
2 + 13 + 8 + 11
12 + 1 + 14 + 7
5) Jumlah dua baris di atas sama dengan jumlah dua baris di bawah
(16 + 3 + 2 + 13) + (5 + 10 + 11 + 8 )
(9 + 6 + 7 + 12) + ( 4 + 15 + 14 + 1)
6) Jumlah kuadrat dua baris di atas sama dengan jumlah kuadrat dua baris dibawah
(162 + 32 + 22 + 132) + (52 + 102 +112 + 82)
(92 + 62 + 72 + 122) + (42 + 152 + 142 + 12)
7) Jumlah pangkat tiga (kubik) pasangan simetris sudut menyudut adalah sama
( 23 + 83 + 93 + 153)
(33 + 53 + 123 + 153)
Demikian antara lain kaenahan-keanehan pada petak melancholia. Bila diteliti masih terdapat 13 keistimewaan yang lain. Ini sebagai analogi betapa urgennya pengorganisasian untuk mencapai tujuan yang telah disepakati. Apabila semua telah diatur dan teratur seperti penerapan angka-angka tersebut mungkian kata “Semrawut” akan terbantahkan dari sebuah organisasi. Selamat mencoba!
FUNGSI PENGORGANISASIAN
Fungsi pengorganisasianadalah: Sebagai wahana untuk membagi pekerjaan diantara komponen-komponen dan unit-unit kerja di organisasi atau satuan Pendidikan.
Agar organizing dapat dilakukan dengan baik, maka haruslah memedomani prinsip-prinsip organizing. Adapun prinsip-prinsip pengorganisasian organisasi, dan atau tingkat Satuan Pendidikan, adalah sebagai berikut:
- Perumusan tujuan secara jelas
- Pengutamaan pencapaian tujuan
- Prinsip pembagian pekerjaan
- Prinsip pendelegasian wewenang (delegation of authority)
- Prinsip pengelompokan fungsi
- Prinsip kesatuan perintah (unity of commond)
- Adanya kemempuan pengawasan (span of control)
- Fleksibilitas. Yang dimaksud fleksibilitas adalah keluwesan, akomodatif, dan antisipatif terhadap berbagai jenis perkembangan.
STRUKTUR PENGORGANISASIAN
Dari berbagai referensi yang ditemukan ada beberapa struktur pengorganisasian yang dewasa ini dikenal,ialah;Struktur pengorgsnisasianLini, pengorganisasian Lini Staf, pengorganisasian fungsional, dan strutur pengorganisasian gabungan.
- Pengorganisasian Bentuk Lini
Pengorgsnisasian bentuk lini disebut juga pengorganisasian bentuk jalur, bentuk lurus dan bentuk militer. Mula-mula bentuk ini diperkenalkan oleh Henry Fayol, salah seorang Pakar manajemen ilmiah. Kebanyakan struktur ini digunakan di dunia perusahaan dan dunia militer. Oleh karena itu strukturnya jelas dari atas ke bawah, juga dikenal dengan bentuk structural.
- Pengorganisasian Lini-Staf
Pengorganisasian bentuk Lini-Staf merupakan penyempurnaan dari bentuk Lini. Jika dalam pengorganisasian bentuk Lini tersebut hanya cocok untuk anggota yang masih sedikit dan cakupannya masih sempit, maka pada pengorganisasiannya yang cakupannya luas, anggota dan komponen Lembaga sudah banyak dan urusannya beraneka, lebih cocok disempurnakan menjadi pengorganisasian bentuk Lini- Staf.
- Pengorganisasian Fungsional
Pengorganisasian Fungsional adalah suatu pengorganisasian yang menempatkan kekuasaan dan pimpinan pucuk didelegasikan kepada pimpinan bawahnya. Pimpinan pucuk dapat memerintahkan kepada pimpinan di bawahnya,sepanjang hal tersebut sesuai dengan bidangnya.

