Menjadi Wali Allah Karena Istighfar

Share posting

Artikel Eksklusif

Oleh : H Derajat

Ketua Pasulukan Loka Gandasasmita

Di hari Minggu yang insya Allah penuh barokah ini, ingin ku sampaikan kepada anak-anakku, sahabat-sahabatku, keluargaku yang sangat ku kasihi sebuah kisah nyata dari Mursyid kami yang agung Siri Saqti. Yang merasa berdosa telah bersyukur atas rahmat Allah pada dirinya sementara orang di sekitarnya mengalami penderitaan. Perasaan berdosa inilah yang membuat beliau beristighfar selama 30 tahun. Wow !!! Saya yakin kita belum bisa berbuat demikian.

Di akhir kisah ku sampaikan sebuah istighfar dari Mursyid kami terdahulu yaitu Sunan Kalijaga yang saya ijazahkan kepada kalian secara umum, semoga menjadi wasilah terhadap damainya negeri kita dan pahalanya tersebar untuk kita semua dan Mursyid-mursyid kami terdahulu. Aamiin ya Robbal ‘alamin.

Sari al-Saqthi adalah sufi besar yang hidup di Baghdad, meninggal pada 251 H. Dia adalah paman dan sekaligus guru dari sufi besar lain bernama Imam al-Junaid. Dia juga murid dari sufi agung, Ma’ruf Karkhi.

Suatu hari, saat al-Saqthi masih berprofesi sebagai pedagang, datang dengan tergopoh-gopoh seorang koleganya, mengkhabarkan bahwa telah terjadi kebakaran besar di pasar kota.

“Tetapi tokomu selamat, kawan,” kata sahabatnya itu. Dengan spontan al-Saqthi mengucapkan alhamdulillah, karena tokonya selamat.

Sejurus kemudian, al-Saqthi sadar, bahwa dia telah melakukan “dosa rohani” yang besar: gembira atas kemalangan orang lain. Untuk menebus dosanya itu, al-Saqthi ber-istighfar selama tiga puluh tahun, hanya untuk dosa yang satu itu.

Dengan berucap syukur ku persembahkan istighfar Guru Mursyid kami semoga bermanfaat bagi kita semua.

Istighfar Sunan Kalijaga

استغفر الله وندعوه اشيآء يارب عفوا ورضآء ورحمة هبنا وهب كل عصاة الأمة وتب علينا توبة نصوحا وزكنا جسما بها وروحا

Astaghfirullaah wa nad’uuhu asy-yaa-a yaa rabbii ‘afwan wa ridhaa-an wa rahmatan habnaa wa hab kulla ‘ushaatil ummah wa tub ‘alaynaa taubatan nashuuhaa wa zakkinaa jisman bihaa wa ruuhaa.

Artinya:

Aku mohon ampunan Allah dan bermohon dengan segala doa, wahai Tuhanku, maafkanlah, ridhailah dan rahmatilah kami dan seluruh umat yang berdosa, dan  limpahkankah taubat kepada kami dengan taubat yang sesungguhnya dan sucikanlah jasmani dan ruh kami melaluinya.


Share posting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *