Rentan,WBI dan SSC Tanam 5000 Pohon di Kecamatan Sukaresmi
Oleh : Rudi Herdiana
GrahaBigNews, Garut – Musibah longsor yang terjadi dua bulan lalu di wilayah Garut, menggugah beberapa komunitas untuk melaksanakan mitigasi, demi mencegah terulang kembali bencana tersebut.
Kolaborasi Relawan Antisipasi Solidaritas Bencana (Rentan), Sekolah Sungai Cimanuk (SSC) dan Wanita Binangkit Indonesia (WBI) Garut Jawa Barat (Jabar), menanam 5 ribu pohon di Kampung Cijaringao Desa Sukajaya Kecamatan Sukaresmi, Senin (09/02).
Selain melakukan penanganan lingkungan dengan penanaman 5 ribu pohon, juga diselenggarakan gerakan layanan kesehatan dan santunan sosial.
Diakui Sekmat Sukaresmi, Agus Soleh, dirinya sangat menyambut baik dan mengapresiasi atas inisiatif yang di gagas oleh beberapa organisasi masyarakat di wilayah Kecamatan Sukaresmi, dimana secara geografis memang lebih didominasi oleh lembah dan tebing yang cukup curam.
“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah melaksanakan giat mitigasi bencana yang dikolaborasikan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta pemberian sembako untuk anak yatim dan jompo,” tuturnya.
Sementara Ketua Rentan Garut, Agung menjelaskan, bahwa penanaman 5 ribu pohon tersebut, disebar di lokasi-lokasi rawan longsor. “Semua ini terselenggara atas kerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Provinsi Jawa Barat dan PT PLN,” terang Agung.
“Kami tanam bibit tanaman keras, seperti pohon Ki Hujan atau Trembesi, Katapang Kencana, Mahoni, Manglid (Magnolia Champaca)dan pohon Alpukat,” kata Agung.
Hal senada diungkapkan Direktur Sekolah Sungai Cimanuk (SSC) Garut, Mulyono Khaddafi, penanaman 5 ribu pohon adalah hasil rekomendasi dari sosialisasi mitigasi bencana yang di lakukan sebelumnya.
Jelas Mulyono, Kampung Cijaringao butuh vegetasi tanaman keras untuk mengikat tanah yang labil. “Salah satu hasil mitigasi, lokasi longsor tersebut perlu tamanan keras untuk mengantisipasi longsor susulan,” jelasnya.
Tak lupa, Mulyono mengajak seluruh masyarakat Desa Sukajaya untuk memelihara dan menjaga pohon-pohon tersebut, supaya bisa tumbuh maksimal, sehingga dapat meminimalisir terjadi bencana longsor.
Pihaknya berharap, Pemerintah serius melaksanakan mitigasi bencana. “Jangan sampai, setelah kejadian, baru ribut melakukan mitigasi, pungkasnya.
Saat pelaksanaan Acara tersebut, dihadiri Anggota DPRD Jabar, Ahab Sihabudin, Dinkes, LH, BPN, Depag, BPKAD, DKP serta tamu undangan lainnya.

