Edi Tito, S.Pd Bertekad Majukan Desa Karang Mulya di Periode 2
Oleh: Asep Saepuloh & Elis Rosita

Garut – Salah satu desa di Kec. Kadungora yang masuk dalam Pilkades Serentak tahun ini adalah Desa Karang Mulya. Telah muncul beberapa nama yang siap bertanding memperebutkan tampuk kepemimpinan di desa tersebut.
Edi Tito, S.Pd Kades Karang Mulya Kec. Kadungora saat ini, merupakan salah satu Bakal Calon di Pilkades serentak. Dirinya telah memimpin Desa Karang Mulya Kec. Kadungora baru satu periode dan kini siap melanjutkan pembangunan di desanya.
Ketika di temui GrahaBigNews, Kamis (08/04) Edi Tito, S.Pd mengungkapkan target pencapaian apabila dirinya terpilih di periode ke 2 nanti, yaitu ingin mewujudkan desa yang mandiri, demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Desa Karang Mulya.
Tambah dia, di desa ada 4 bidang dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa, yakni bidang Pemerintahan, Pembangunan, Pemberdayaan Masyarakat dan Bidang Pembinaan Kemasyarakatan.

“Untuk komposisinya, kalau tidak ada perubahan dari Kemendes dan Kemendagri, misalkan mungkin di periode ke 2 akan terbalik, di mana anggaran pemberdayaan lebih besar dari pada untuk pembangunan insfrastruktur,” ujar Edi.
Selama dirinya menjabat, aku Kades, pembangunan insfrastuktur hampir mencapai 70 persen terealisasi. Sedangkan demi tercapainya target pemulihan ekonomi, Pemerintah Desa harus meningkatkan pendapatan asli desa (PADes) melalui pemberdayakan para pelaku usaha UMKM dan bekerja sama dengan BUMDes.
Program selanjutnya yang dicanangkan di periode 2 nanti adalah program pemerintah terutama di dalam SDGs Desa yang telah dijalankan oleh Pemerintah, melalui Kementrian Desa. Pemulihan ekonomi Nasional paska COVID –19, karena dalam SDGs (Sustainable Development Goals) telah mencakup semua sector pembangunan.
“Sekarang tinggal mengikuti program SDGs yang sudah selaras dari Pusat sampai desa. Khususnya desa sendiri di peride ke 2 tinggal menjalankan visi misi desa yang sesuai dengan program Pemerintah Pusat,” jelasnya.
Diakui Edi selama dirinya menjabat, bahwa telah membangun rumah warga sebanyak 105 unit. Secara rinci, yakni 50 unit rumah dari APBN BSPS, Program Rutilahu Banprov 40 unit ditambah banruan rutilahu dari anggaran DaU sebanyak 15 unit.
Selanjutnya, program PTSL (sertifikasi tanah) sebanyak 1.000 bidang serta pembuatan palang pintu rel kereta api kp. Pintuan. Pasalnya, Desa Karang Mulya dilintasi oleh kereta api, jika tidak ada palang pintu, bisa membahayakan keselamatan masyarakat.
Di akhir wawancara, Edi menghimbau kepada warga, agar masyrakat Desa MKrang Mulya tidak mudah terpengaruh oleh isue isue bohong/hoax. “Tetap jaga kekompakan, bersinergi dengan pihak pemerintah, LKD dan para ulama demi menjaga kondusifitas dan stabilitas,” pungkasnya.
Bingung Ingin Kuliah yang Berkualitas? Klik aja Link di bawah ini !!!


