DPC PPDI Kabupaten Garut Dipastikan Terima Kunjungan Studi Banding 4 Kabupaten/Kota
Liputan Khusus
Oleh : Wishnoe Ida Noor

Garut – “Hari Disabiitas Internasional yang disahkan pada tanggal 3 Desember, merupakan momentum yang bersejarah bagi penyandang disabilitas untuk meningkatkan kiprah perjuangan dalam upaya mewujudkan Negara Indonesia Inklusi, Indonesia Tangguh, dan Indonesia Tumbuh”.
Demikian dikatakan oleh Raden Mas Sugeng selaku Ketua DPC PPDI Kabupaten Garut dalam sambutannya di Hari Disabilitas Internasional yang telah dilaksanakan di halaman kantor PPDI Kabupaten Garut kawasan Pembangunan No. 216, pada hari Minggu (2/12/2021).
Indonesia Inklusi lanjutnya, adalah Indonesia yang senantiasa memperhatikan dan memperjuangkan hak-hak kesetaraan disabilitas dalam kehidupan, hal ini sudah terbukti dan dapat kita rasakan meski belum 100% terwujud. Namun keterpaduan dan kesinergian Indonesia melalui para pemangku kebijakan dengan diterbitkannya UU No. 8 Tahun 2016 tentang hak-hak disabilitas bahkan sampai pada permasalahan ketenagakerjaan Pemerintah Indonesia telah mewajibkan seluruh perusahaan, baik Instansi Pemerintah, BUMN, BUMD ataupun perusahaan swasta diwajibkan di dalamnya ada keterlibatan karyawan dari penyandang disabilitas.

“Perhatian dan kepedulian Bapak Bupati Garut untuk Penyandang Disabilitas yang ada di Kabupaten Garut, dukungan dari PT. Indonesia Power UPJP Kamojang, bantuan dari PT. Changsin Reksa Jaya, bantuan dari Bank Jabar Banten dan dari para donator lainnya itu merupakan salah satu dari wujud Inklusinya Kabupaten Garut dan pembuktian kalau Kabaten Garut adalah Kabupaten Ramah Disabilitas,” tandasnya.
Kepedulian Bupati Garut selaku pemangku kebijakan, para Camat, Lurah dan Kepala Desa dengan telah melibatkan disabilitas dalam Musrembang atau adalam RPJMD, setelah terbentuknya 23 kepengurusan di tingkat Kecamatan diharapak sinergitas dengan TKSK di Kecamatannya masing-masing guna mewujudkan kesetaraan hak disabilitas disemua tatan kehidupan secara maksimal sampai ke tingkat akar rumput di lingkungan pedesaan terpencil sekalipun. Hal ini guna keterpaduan dan keselarasan dalam pembangunan IPM yang berkualitas di semua golongan.

Dalam sambutannya Rd. Mas Sugeng menandaskan dan menghimbau pada para penyandang disabilitas, bahwa sebaik-baiknya manusia itu adalah manusia yang hidupnya bisa memberi manfaat untuk manusia lainnya, dan itu akan menjadi investasi yang sangat berarti untuk kita. “Mari kita kikis, kita pupus sikap minder. Kita hilangkan rasa temarjinalkan dengan keyakinan bahwa kitapun mampu untuk maju, mampu untuk berkarya, dan mampu untuk berbuat yang maksimal untuk pembangunan Kabupaten Garut seutuhnya.
“Marilah kita bersama-sama terus berjuang bergerak semaksimal mungkin, kita ciptakan inovasi-inovasi efektif dan efesien untuk mewujudkan kesejahteraan penyandang disabilitas,” ajaknya.
Pada kesempatan tersebut disinggungnya juga terkait 4 pilar yang menjadi dasar kesetaraan kehidupan di dalam memperjuangan dan mempertahankan kesinergian dalam tatanan kehdiupan kita diantaranya dengan bidang pendidikan, kesehatan, ketenaga kerjaan, dan bidang keejahteraan sosial.
4 bidang tersebut lanjutnya, akan dikawal secara maksimal dalam kesetaraannya melalui kegiatan pembinaan rutin yang diselengarakan setiap bulan dan pihaknya terus menggali potensi, menggali chanelling sebagai fatner serta mitra kerja kami.
“Insya Alloh program yang kami rencanakan senantiasa akan selamanya mendukung keterpaduan program dengan yang menjadi target pencapaian program pemerintah. Alhamdulillah secara hubungan structural, kami menjadikan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Ketenaga Kerjaan dan Dinas Pendidikan sebagai penasehat yang membimbing kami dalam pelaksanaan program,” ujarnya.

Kata dia, sampai saat ini, DPC PPDI Kabupaten Garut atas dukungan semua stake holder dapat melaksanakan pembinaan dan pelatihan kepemimpinan, pelatihan kerja pemberian santunan terhadap yang tidak mampu dan pemberian bantuan beasiswa pendidikan terhadap masyarakat,meskipun semua itu belum maksimal dan mudah-mudahan ke depannya bisa terus ditingkatkan sehingga program-program tersebut dapat dirasakan oleh para penyandang disabilitas secara menyeluruh dan merata.
Ketua DPC PPDI Kabupaten Garut memaparkan berbagai program, baik bidang kesehatan dengan dilaksanakannya Gebyar vaksin bersama Puskesmas Pembangunan yang akan dilaksanakan sampai tuntas sesuai harapan pemerintah menuju tatanan pada kehidupan normal. Demikian juga pada bidang konsolidasi organisasi dilakukan pengembangan dengan terus membentuk dan membina kepengurusan tingkat Kecamatan. Pada bidang Olahraga, kader-kader disabilitas Garut dalam Papernas di Papua ada beberapa kader disabilitas bahkan merupakan pengurus yang dapat meraih keberhasilan dengan mendapatkan pernghargaan diberikan pada Nandang Wahyudin sebagai atlit kursi roda meraih 2 medali perunggu dari 2 katagori. Selanjutnya, Rahmat atlit Loncat Tinggi mendapat medali 1 prak dan Sari Ratna dari Gerkatin mampu mendapat 1 medali emas dan 2 medali perak.
“Pada tahun 2021 ini, pihak kami mendapat penghargaan dari DPC PPDI Kabupaten lain yaitu PPDI Kta Banjar yang telah menaruh kepercayaan kepada kami atas kunjungan kerja dalam rangka studi banding. Selain itu, Insya Alloh 4 Kabupaten/Kota lainnya akan menyusul untuk melakukan studi banding ke DPC PPDI Kabupaten Garut, yaitu DPC PPDI Kabupaten Pngandaran, Tasik, Cimahi, dan PPDI Kabupaten Cirebon,” ungkaapnya.
Diakhir sambutannya Ketua DPC PPDI Kabupaten Garut mengucapkan terimakasih pada seluruh pengurus baik tingkat Kabupaten dan Kecamatan yang terus melakukan berbagai gerakan untuk kesejahteraan disabilitas, dan rekan-rekan HWDI, GERKATIN, PERTUNI dan lembaga disabilitas lainnya yang senantiasa menjadi mitra kerja kami.








