SAGA Ciptakan Pelajar Pancasila Melalui Outing Siswa
Oleh: Rudi Herdiana

Garut – Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah tingkat dasar (SD), merupakan proses belajar penyesuaian diri, kemandirian dan mencari serta menumbuhkan bakat yang ada pada anak.
SD IT Alam Garut (SAGA), tentunya sebagai sekolah penggerah harus mampu menciptakan pelajar Pancasila, sesuai Visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.
Menurut Maharani Purnamasari, SE.,S.Pd., selaku Kepala Sekolah (Kepsek) SAGA, bahwa untuk keperluan projek penguatan profil pelajar Pancasila,
siswa kelas 4 mengadakan kegiatan outing ke UMKM tempe. Ini dilakukan setelah siswa menganalisis kearifan lokal yang ada di Kel. Jayawaras salah satunya banyaknya UMKM Tempe.

“Dirasakan anak-anak, ungkap dia, Produk Tempe adalah salah satu produk lokal yang memang mempunyai nilai jual yang tinggi. “Memang di Kelurahan Jayawarah Banyak UMKM penghasil Tempe,” tutur Kepala Sekolah (Kepsek) SAGA,” tandas Kepsek.
Awalnya, sebut Maharani, para siswa melakukan wawancara dengan pihak Kelurahan guna mendata lokasi Pabrik Tempe. Kemudian melakukan outing ke salah satu Pabrik Tempe yang ada di Kel. Jayawaras.
Di mana, anak-anak melihat proses pembuatan tempe, lalu melakukan wawancara dan mencoba membuat tempe sendiri.
Kemudian di sekolah menganalisis harga-harga tempe yang ada di pasar tradisional dan membandingkannya dengan tempe yang sudah dikemas. Bahkan, para siswa mampu membuat produk baru yaitu nugget tempe dan juga keripik tempe.

Dari situ, akunya, anak-anak bisa mengkreasikan dengan membuat inovasi dari bahan-bahan lokal yang ada di sekitar sekolah, jadi kearifan lokal ini apa yang bisa diangkat salah satunya adalah Tempe.
Selain itu, siswa juga mengangkat kearifan lokal yang ada di Garut. “Outing yang dilakukan siswa kelas 4B adalah kunjungan ke museum RA. Aria Adiwidjaja.
“Di Museum Garut, mereka melihat bagaimana kearifan lokal Garut, terkait sejarah, situs-situs bersejarah senjata khas Garut dan juga mengenal Bupati Garut dari pertama sampai saat ini” imbuhnya.
Sementara untuk siswa kelas 1 dalam pembelajaran penguatan Project Pancasila, berupa mengenal lagu dan tarian dari Garut dan juga makanan-makanan tradisional.

Tujuan kegiatan outing tersebut, jelas Maharanai, yaitu memberikan pengalaman yang lebih dan menumbuhkan kepercayaan diri serta mengembangkan minat siswa, sehingga profil pelajar Pancasila dapat tercapai.
Projek profil Pancasila, sesuai dengan kelas minat yang menjadi kegiatan ekstrakuler sekolah, yakni Sains, B. Inggris, Hasil Karya, Menari dan Menyanyi.
“Perwujudan profil Pancasila, seperti kreatif dan berwawasan global adalah nilai-nilai yang dimasukan dalam kegiatan ekstrakuler sekolah,” pungkasnya.


