ENGKAU AKAN BERSAMA YANG ENGKAU CINTAI

Share posting

Oleh : H Derajat

interest.com

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Inilah sebuah kisah hikmah yang sebaiknya kita pedomani semasa hidup, bahwa apapun yang kita cintai semasa hidup ternyata akan menemani kita di saat hari kebangkitan kita kelak.

Pada suatu hari, salah seorang pengikut Nabi Isa as berdakwah di sebuah kota kecil. Orang-orang memintanya untuk melakukan mukjizat; menghidupkan orang mati, sebagaimana yang telah dilakukan Nabi Isa.

Pergilah mereka ke pemakaman dan berhenti di sebuah kuburan. Santri Nabi Isa itu lalu berdoa kepada Tuhan agar mayat dalam kuburan tersebut dihidupkan kembali. Mayat itu bangkit dari kuburnya, melihat ke sekeliling, dan berteriak-teriak ? “Keledaiku !!! Mana keledaiku ??” Ternyata semasa hidupnya, orang itu sangat miskin dan harta satu-satunya yang paling ia cintai adalah keledainya.

Santri Nabi Isa itu lalu berkata kepada orang-orang yang menyertainya, “Engkau pun kelak seperti itu. Apa yang kau cintai akan menentukan apa yang akan terjadi denganmu saat engkau dibangkitkan. Anta ma’a man ahbabta. Di hari akhir nanti, engkau akan bersama dengan yang kau cintai.”

Teringat aku akan kisah di zaman Rasulullah SAW :

Anta ma’a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).

Inilah di antara faidah besar seseorang mencintai saudaranya karena Allah, atau termasuk dalam hal ini adalah mencintai Rasul ﷺ.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, bahwa seseorang bertanya pada Nabi ﷺ:  “Kapan terjadi Hari Kiamat, wahai Rasulullah?”.

Beliau ﷺ berkata:  “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?”.

Orang tersebut menjawab: “Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya.”

Beliauﷺ berkata:

أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْت

“(Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” [HR. Bukhari no. 6171 dan Muslim no. 2639]

Dalam riwayat lain, Anas mengatakan: “Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi ﷺ: Anta ma’a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).”

Anas pun mengatakan: “Kalau begitu aku mencintai Nabi ﷺ, Abu Bakar, dan ‘Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.”  [HR. Bukhari no. 3688]

Maka dari itu sahabatku, Islam mengajarkan kita untuk saling mendoakan; baik mendoakan orang tua, keluarga, sahabat dan umat manusia seluruhnya, dan semoga dengan doa itu timbul saling kasih sayang sehingga suatu saat kita akan dibangkitkan bersama mereka yang kita cintai itu. Demikian juga kita sering bershalawat untuk Nabi, sahabatnya, keluarganya yang demikian itu untuk menimbulkan cinta kasih kita kepada mereka; berharap semoga kita dibangkitkan dalam barisan siapa yang kita cintai itu. Aamiin.

H.Derajat,

Pasulukan Loka Gandasasasmita.

 


Share posting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *